Suryamu

Inspirasi,Motivasi,Pendidikan dan Pengetahuan

Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2011

Marketing a la Nabi

Muhammad Rasulullah, Nabi kita tercinta, adalah seorang saudagar ternama
pada zamannya. Bahkan sejak usia muda, beliau dipandang sebagai sudagar
sukses. Disadari atau tidak sukses tersebut tidak lepas dari aktivitas
marketing yang diterapkannya --yang tak cuma ampuh tapi juga sesuai
syariah dan, tentu saja, penuh ridlo dari Allah. Jika Anda tertarik
menerapkannya, selain mendapat keuntungan, insyaallah bisnis Anda pun
barokah. Inilah empat tips marketing a la Nabi:

*1. Jujur adalah Brand
*Saat berdagang Nabi Muhammad SAW muda dikenal dengan julukan Al Amin
(yang terpercaya). Sikap ini tercermin saat dia berhubungan dengan
customer maupun pemasoknya.

Nabi Muhammad SAW mengambil stok barang dari Khadijah, konglomerat kaya
yang akhirnya menjadi istrinya. Dia sangat jujur terhadap Khadijah. Dia
pun jujur kepada pelanggan. Saat memasarkan barangnya dia menjelaskan
semua keunggulan dan kelemahan barang yang dijualnya. Bagi Rasulullah
kejujuran adalah brand-nya.

*2. Mencintai Customer*
Dalam berdagang Rasulullah sangat mencintai customer seperti dia
mencintai dirinya sendiri. Itu sebabnya dia melayani pelanggan dengan
sepenuh hati. Bahkan, dia tak rela pelanggan tertipu saat membeli.

Sikap ini mengingatkan pada hadits yang beliau sampaikan, "Belum beriman
seseorang sehingga dia mencintai saudaramu seperti mencintai dirimu
sendiri."


*3. Penuhi Janji
*Nabi sejak dulu selalu berusaha memenuhi janji-janjinya. Firman Allah,
"Wahai orang-orang yang beriman penuhi janjimu." (QS Al Maidah 3).

Dalam dunia pemasaran, ini berarti Rasulullah selalu memberikan value
produknya seperti yang diiklankan atau dijanjikan. Dan untuk itu butuh
upaya yang tidak kecil. Pernah suatu ketika Rasulullah marah saat ada
pedagang mengurangi timbangan. Inilah kiat Nabi menjamin /customer
satisfaction/ (kepuasan pelanggan).

Di Indonesia mobil-mobil Toyota berjaya di pasar. Salah satu kiat
pemasarannya adalah memberikan kepuasan pelanggan. Salah satu ukurannya
adalah Call Centre Toyota dinobatkan sebagai call centre terbaik,
mengalahkan Honda dan industri otomotif lainnya.

*4. Segmentasi /ala/ Nabi
*Nabi pernah marah saat melihat pedagang menyembunyikan jagung basah di
sela-sela jagung kering. Hal itu dengan Nabi, saat menjual barang dia
selalu menunjukkan bahwa barang ini bagus karena ini, dan barang ini
kurang bagus, tapi harganya murah.

Pelajaran dari kisah itu adalah bahwa Nabi selalu mengajarkan agar kita
memberikan good value untuk barang yang dijual. Sekaligus Rasulullah
mengajarkan segmentasi: barang bagus dijual dengan harga bagus dan
barang dengan kualitas lebih rendah dijual dengan harga yang lebih rendah.

Dalam soal segmentasi ini, Yamaha Motor adalah salah satu perusahaan
yang bisa dijadikan teladan. Dia menciptakan motor Yamaha Mio, dengan
mesin ber-cc kecil, tapi otomatis, dan mudah penggunaannya untuk segmen
pasar perempuan. Dialah pelopor industri motor yang membidiki segmen
ini, segmen yang sebelumnya selalu dilupakan pesaing lain. Hasilnya,
dengan Mio Yamaha menyodok Honda dan menjadi penjual nomor satu di
Indonesia 2007 ini.